Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Ternate Peringati Hari Jadi ke-8 dengan Bedah Buku Lanskap Pengawasan Pilkada

Suasana pembukaan bedah buku bedah buku Lanskap Pengawasan Pilkada dalam rangka merayakan Hari Jadi Bawaslu ke-8 tahun.

Suasana pembukaan bedah buku bedah buku Lanskap Pengawasan Pilkada dalam rangka merayakan Hari Jadi Bawaslu ke-8 tahun. Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat Bawaslu Kota Ternate itu menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Isyana Kurnia Konoras, SH., MH., dan jurnalis Mongabay.co.id, Mahmud Ici.

TERNATE - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate memperingati hari jadi ke-8 dengan menggelar bedah buku Lanskap Pengawasan Pilkada, Jumat, 15 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat Bawaslu Kota Ternate itu menghadirkan dua narasumber, yakni akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Isyana Kurnia Konoras, SH., MH., dan jurnalis Mongabay.co.id, Mahmud Ici.

Ketua Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan mengatakan, sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang bekerja berdasarkan amanat undang-undang, Bawaslu tidak dapat berdiri sendiri. Pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan dan dukungan berbagai pihak. “Sebagai lembaga penyelenggara pemilu sebagaimana dituntut di dalam undang-undang, kami tidak bisa berdiri sendiri. Karena kalau kita berbicara tentang pemilu, tentu membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” ujarnya.

Ia mengutip pandangan Mahfud MD bahwa demokrasi membutuhkan nomokrasi atau pemerintahan yang berdasarkan hukum. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi salah satu alasan Bawaslu Kota Ternate membuka ruang kritik, saran, dan pendapat melalui kegiatan bedah buku.

“Mahfud MD mengatakan bahwa demokrasi pasti membutuhkan nomokrasi. Karena itu, dalam momentum ini kami juga berharap ada kritik, saran, dan pendapat untuk membangun. Hal itu kami kemas dalam bentuk bedah buku,” katanya.

Selain itu, Bawaslu Kota Ternate juga memberikan apresiasi kepada para mitra yang selama ini berkontribusi terhadap proses penyelenggaraan pemilu. “Kami juga akan memberikan apresiasi kepada mitra Bawaslu Kota Ternate yang telah berkontribusi besar terhadap proses penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kifli turut menjelaskan banyak hal mengenai prestasi yang sudah diraih, termasuk dukungan tim keuangan dalam pelaksanaan tugas pengawasan hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, pengelolaan keuangan di sekretariat Panwascam tidak hanya melibatkan staf Bawaslu Kota Ternate, tetapi juga mendapat dukungan pegawai daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Di sekretariat Panwascam, pengelola keuangan bukan hanya dari staf Bawaslu Kota Ternate sendiri. Berdasarkan prinsip dan aturan yang berlaku, kami juga diperbantukan oleh pegawai daerah,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam menjalankan tugas pengawasan, Bawaslu Kota Ternate menghadapi berbagai dinamika, termasuk aspek sosial dan kultural yang menjadi salah satu perhatian dalam pemetaan kerawanan pemilu. “Banyak dinamika yang kami lalui. Salah satunya adalah aspek sosial kultural yang disusun dalam IKP,” katanya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Maluku Utara, Soleman Patras, mengaku terdapat agenda besar yang akan dilaksanakan hingga Desember 2026 meskipun saat ini sedang dilakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“Ada agenda besar yang akan dilakukan hingga Desember 2026. Namun untuk kegiatan bedah buku ini merupakan rangkaian dari kegiatan hari jadi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia,” kata Soleman seraya menambahkan, pada 15 Agustus 2026, seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota di Indonesia memperingati hari jadi. Momentum tersebut, kata dia, sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kelembagaan.

Soleman juga menambahkan, Bawaslu saat ini terus melakukan pembenahan dan penataan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Maluku Utara. “Saat ini kami terus memperbaiki dan melakukan penataan SDM. Untuk PPPK, kami juga sudah melakukan orientasi bagi seluruh Kabupaten/Kota se-Maluku Utara,” katanya.

Selain itu, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya berstatus diperbantukan dari Pemerintah Kota Ternate kini telah berstatus sebagai pegawai organik Bawaslu. “Beberapa PNS yang sebelumnya berstatus diperbantukan dari Pemkot Ternate, sekarang sudah berstatus sebagai pegawai organik Bawaslu,” ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Ternate termasuk salah satu jajaran Bawaslu yang dinilai paling siap menghadapi pelaksanaan pemilu maupun pilkada. “Kalau berdasarkan hasil pemetaan kami, Kota Ternate termasuk salah satu Bawaslu yang paling siap menghadapi pemilu maupun pilkada,” katanya.

Sebelum kegiatan bedah buku dimulai, rangkaian acara diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Bawaslu Kota Ternate selama delapan tahun sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. (humas)

Editor : Nasarudin

Foto : Sandi